December 13, 2011 – 8:51 am by d truth
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8 votes, average: 3.75 out of 5)
Loading ... Loading ...


< ![endif]-->

Why is there no salary scale in the private sector? I mean the most important is the minimum salary scale for the local who work in the private sector?

 

The oil and gas companies are getting more and more, they gained income from the oil and gas that owned by Brunei Darussalam. Then why?? The local Bruneian who work in this sector are always neglected? Why always the government servants get the benefits?

 

When can Local Bruneian be taking care of? Really take care of by the labour dept? They collect the salary statistic. But is it acceptable when you have family and kids to take care of but yet your income is $550 only??

This post was submitted by d truth.


December 5, 2011 – 10:17 am by Fakh
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (11 votes, average: 2.91 out of 5)
Loading ... Loading ...


Apa ne!! Semua Harga Makanan Melonjak… Indo mee saja harganya di kedai $1.95~~!! esh!! dari $1.40 tapi mun kadai runchit… ia berjual $2.00 …”Ditanya arah penjul kenapa naik harga, jawapannya: harga biasa, dan harga makanan naik”.. satu kotak besar $15.60 kalau nada salah tapi mun dulu $12.30 nganya! … kesian ku melihat orang-orang yang gajinya sedikit! Orang gaji range $500-1000 nda mencukupi untuk keperluan sebulan apatah lagi mun ia beranak banyak sama hutang banyak… kenapa tah nda kawalan harga makanan atukan? Awu eh orang kaya2 + berusin mana peduli tu kan mahal kah nda… ia tau makan saja… belum lagi harga2 yang lain … makin dahsyat naiknya…!! Bila tah lagi orang atasan kan bertindak tentang masalah ani? mun makin naik, makin sikit gaji orang habis membelikan keperluan rumah! Mana tia jua orang berhutang banyak di bank.. Buat bnyak2 visa card .. Makin miskin jadinya ada pulang!! Cana tah kan save duit mun ani berterusan…. Nda tau2 minggu depan harga indo mee meningkat $2.10..! apa lagi alasannya?

 

Kalau buleh ah limit kan bah harga yang berpatutan.

Sekian terima kasih…

This post was submitted by Fakh.


December 5, 2011 – 10:11 am by seragam
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 2 out of 5)
Loading ... Loading ...


< ![endif]-->

Kepada penjaga yang tertentu jangan pilih kasih. Anak buah mu yang keraja di sana atu bermasalah. Orang yang inda bermasalah kau pindah. Anak buah mu yang beemasalah inda kau pindah. Nampak bah kau atu pilih kasih. Alasan mu siapa lama kena pindah tapi anak buah mu atu paling lama kali ah..nada jua kau pindahkan..ulah anak buah mu kau tapuki, supaya inda kena buang.

 

Meninggalkan pos masa bertugas, minum, membawa orang luar di tempat keraja. Mengclaim duit overtime tapi benarnya nada overtime..sanang2 membuat arah timesheet ia hari-hari overtime. Pasal apa nah? Adik-beradik indungnya orang dalam..ada org cover…

This post was submitted by seragam.


December 1, 2011 – 10:09 am by kakaalai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 5 out of 5)
Loading ... Loading ...


aku ani inda puas hati saja arah ‘Electronics’. dua bulan lepas aku ada ke sana mengadu pasal iTunes Card ku disable. sekali pertanyaannya, dimana kita membali, dimana kita mendaftar dan sejak bila ianya Disable. jawapanku, aku membali di ‘kedai kamu’ saja, nda ku ke tempat lain. Disable sejak minggu lepas. katanya masani memang durang ada masalah, iatah durang cuba usahakan supaya inda Disables. kataku berapa lama? kata durang dalam dua minggu ani tunggu saja tia. ok, ku tunggu. sudah dua minggu datang ku lagi ku tanya, masih sama. kataku bila tah tu? kata perempuan yang di service centre atu kami inda tau, atu dari Apple tu. kami masih cari solutionnya. ok fine, aku balik saja apa jua tau ku barang cani. kataku inda sampai sebulan jaditah banyak kan ku update. lepas sebulan, ku telephone saja. ku tanya bilatah tu? jawapannya, tetap sama. kami masih carii solutionnya. sampai bila tah mencari solutionnya atu. ku cakap bisai biasai, kita cakap dua minggu lepas dua minggu sebulan lepas ani apa? jawapannya, ramai lagi customer kan kami layan. kan marah ku sudah bahasanya atu.. balik saja ku sebelum balik, mintanya iTunes ID ku sama Passwordnya katanya kan di emailnya ke Apple. jadinya selama sebulan lepas atu indatah durang mengemail tu? sekali kawan ku cakap, sabar dulu tunggu lagi. sekali ani masuk dua bulan lebih lagi.. dua minggu lepas ku banar banari, dtg ku ke sana, ku tanya yg dibawah katanya org kami yang di atas atu andang taiming. durang minta jua email sama ID. katanya give me 1 week. ani baru ani ku telephone lagi, kataku seminggu labih sudah balum kah? sekali lelaki menjawab, mintanya email sama ID. katanya kan di emailnya ke Apple. apakan durang ani canakan durang bekeraja. kataku kalau inda dapat, bagitau. refund saja duit atu. ke Deejay saja ku inda payah ku batah menunggu. sekali tutup nya. ku telephone lagi, sudah kana transfer arah lelaki yang sama ia janji ia kan call, kataku inda penting lagi tu yang ku mau tau bila dapat kalau inda dapat refund saja. kan tunggu kamu call, iatah nda tu. sekali tutupnya lagi. kan ku tanya namanya, nda. kalau ada box suggestion sana atau direct becakap sama manager nya kan becakap ku banar. tapi nda. ku tanya durang pun nda. janjikan ini itu tapi nda. apa punya kadai. kalau ada yang membaca, suruh orang av atu perbaiki cara layanan dan yang penting iTunes Card atu. lepas atu ndatah ku mau ke sana lagi tu. sakit saja hati menunggu, kana janjikan sekian sekian.. bila membali dilayan baik, sudah barang rusak atau apa apa macam apa durang buat.. menyasal ku inda mendgr cakap orang lain yang suruh aku ke kadai elektronik dari ke kadai ani.

This post was submitted by kakaalai.


November 29, 2011 – 8:15 am by QS
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 4.14 out of 5)
Loading ... Loading ...


Salam semua. Aku ani ada dengar pulang dari orang2 and kawan ku pasal si Ka*** ani yg urg kaya mengajut. Sekali diorang kawan ku ani ada invest arah ia. Setakat ani yg ku tahu ramai pulang orang Brunei invest arah ia. Ada yg kan masuk setahun sudah lah menerima duit bulan2 dari investment atu. So soalan ku ani. Selamat kah invest arah ia ani? Siapa yg buleh tulung. Comment

This post was submitted by QS.


November 29, 2011 – 8:11 am by sm
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8 votes, average: 2.25 out of 5)
Loading ... Loading ...


First, my congratulation to Ministry of Energy for the various efforts with regards to energy initiatives. Nobody should argue more as what had been approved and to be implemented next year is for the good of Brunei Darussalam in overcoming many social issues and problems such as saving and unemployment.

Putting proposals and making decisions are tough jobs. You need relevant information, but more important are doing research and reviewing on the current issues and problems. You cannot just bringing in the thinking of experiences from previous working experiences. Each scenario is different from one another. For example, the ways in Government are very different to the company’s ways.

However, if we are to look back on such initiatives, it’s all tied up to the issues of leadership and decision-making. One might say that bringing in outsiders (Shell staffs for senior positions) was the best move. Many think that they really make a different in pursuing Brunei Darussalam vision. On the other side, they probably think that ‘they are better than us’. Should we say ‘Well Done’ ? But, we had already seen that their decision-making was not convincing. For example, the new tariff was altered from 2 tiers to 3 tiers after so much pressures from the public.

Reading on Brunei papers, it’s sad to read that Minister of Energy was unhappy about the recent error in the issuing of October electrical bills which caused some outcries among the customers. Although the issue was urgently tackled, but the Minister of Energy was pointing to the DES management for causing the hiccups by saying ‘I am still not happy the way DES is conducting their business. This is totally unacceptable….’.

The question should be ‘Who runs and who monitors DES?’. In basic leadership management principals, Head of Department should be fully accountable. Of course that will be shared down the lines. But, public should be reminded that top people looking after Energy (Permanent Secretary, Deputy Permanent Secretaries, and HOD of DES) were the selections of Minister of Energy himself. Hence, he is fully accountable. In this respect, the Minister should not publicly say negatively on DES. It is rather the internal matter or as the Malay proverb say ‘Jangan Membuka Pekung Di Dada’.

Going back to new tariff, I salute the initiatives but the product seemed to me not, say, Islamic. Islam encourages going forwards in fairness ways. The new tariff should be looked in the perspective of total harmony and fairness to the community as a whole, and not only focusing to certain group/s of community. Why 30% will have to, say, suffer which is very contradicting to the Ministry’s statement “If you can afford to use it, then it’s morally right to pay a bit more, to pay for what you use”. What the new tariff should first focused is ‘incentives for customers which will automatically generates profits to the state’. For example, having the cut-off point for saving at certain usage, say 1500 kWh instead of at 500kWh and the rest remains unchanged, or having two cut-off points at different saving rates. I think it is not ‘Nasi sudah jadi bubur’ yet to review or else we just have to wait and see what will happen next year. Should the new tariff create negative scenario, it is what I call negative spin-off of leadership competency.

This post was submitted by sm.


November 29, 2011 – 8:09 am by AntahKau
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 4.33 out of 5)
Loading ... Loading ...


Kan meluahkan rasa nda puas hati ni ah,

Dah 3 minggu 3G coverage kawasan Panaga, Seria langsung nada, yang ada just GSM connectivity, so kan behapa tah kami register 3G tu mun nada. Sudah di telipon ke dstcare, apanah diorang cakap? “Sana atu masani internet congestion, so try again” Mun dah balik2 try nada dapat, apatah tu? Kamu ingat kami ni apa x…ndaa mencuba apa sebelum nelipun kamu? Mun sudahnya nelipun atu, dah tantu tah NADAAA tu… mencuba sudah, tapi nda dapat, paham biskita?

And so, mun sudah GSM connectivity saja ada, tantu pun internet slow macam siput, tapi makan kredit laju macam kuda liar!! And BROADBAND??? Jgn tah dicakap tu, mun telipun pun payah2an service, broadband tu jangantah dulu k. Andang servicenya cani kah? Kan tau jua ku tu ah… menelipun pada yg patut, diberi jawapan yg MEMBUANG MASA mendengar… so arah siapa tah mengadu tu?

So pihak DST, please tah pantau kawasan Panaga, Seria, setahu ku bukan jua kampong banar kawasan kami ani…Mun kan menelipun DSTCARE lagi? HARAMMM.. malas ku ingau, jawapannya sama saja, internet congestionlah, try lagi, ohh… kredit ku traffic lakas mampus makan ada kau ‘try’ to improve? Jangan harapkan makan duit saja banyak tapi service macam apa.. Please tah k. menyampah banar ku internet di Brunei ni!! Nada perubahan….!! Bayar mahal2 tapi service macam apa!! Cekik darah!!!
Sorry ah mun terover, yatah rasa ku masa ne…!!! Marah tahap kritikal ku ah internet di Brunei ni, baik telipun, mahupun broadband.. SAMAA!!

This post was submitted by AntahKau.


November 23, 2011 – 10:11 am by Padian
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 5 out of 5)
Loading ... Loading ...


Kepada pihak berkenaan,

 

Saya memang tidak ada komplen tentang pembaharuan / projek yang dilakukan pada masa ini.. Tapi apa yang mengecewakan saya ialah tidakkah ada jalan lain untuk keselamatan penghuni di barek berkenaan pada masa ini??

 

Cuba bayangkan…barek tersebut masih berpenghuni apa lagi anak yang masih kecil.. Tapi kerja meroboh dinding dan segala pemecahan sedang rancak dijalankan… Adakah pihak berkenaan berfikir kerja-kerja yang dijalankan pada masa ini berbahaya dan menganggu ketenteraman??

 

Apa yang kami rasakan kini barek berkenaan semakin bergoyang…logikkah tu barek yang dibuat dari batu boleh bergoyang seperti rumah kayu di Kampong Ayer?

 

Kalau dulu goyangnya sedikit tapi kini goyang nya semakin kuat.. Tidak bahaya kah tu untuk didiami? INDA ROBOH KAH TU DALAM MASA YANG AKAN DATANG? Tidak kah ada JALAN LAIN untuk mengubah suai rumah atau Barek berkenaan secara satu-satu blok dulu?? Boleh kah penghuninya di selamat kan dulu ke bolk lain atau di tempat yang selamat sementara kerja kerja di jalan kan?? “jangan karang sudah terhantuk baru tah mengadah”

This post was submitted by Padian.


November 23, 2011 – 10:06 am by mr bunal
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.5 out of 5)
Loading ... Loading ...


Assalamualaikum semua pengguna ruangan HYS!! Di sini kan menyuarakan pasal kemajuan pasukan bolasepak kitani. Apa yang dilihat dan kitani semua maklum daripada pertandingan Sukan Sea 2011 di Indonesia baru-baru ani nampaknya banyak lagi perlu diperbaiki dan perlu diambil perhatian utk pihak NFABD khususnya.

 

Memang nda dapat disalahkan pemain-pemain tani sepenuhnya akan tetapi patut diteliti balik pengurusan team bola kebangsaan kitani. Memang negara tani disekat dari mengikuti pertandingan antarabangsa sejak tahun 2009 tapi patutkah ani dijadikan sebagai alasan tani yang tani nda dapat maju dan setanding seperti malaysia dan vietnam? Team Malaysia dan Vietnam ani apa yang saya dapati dari website bisdurang, durang ani banyak diberikan pendedahan berlawan di negara luar termasuk Eropah dan banyak mengadakan beberapa siri perlawanan persahabatan dengan pasukan yang kuat. Dan juga ada diantara pemain durang dihantar keluar negeri untuk bermain dengan kelab bolasepak Eropah untuk menimba pengalaman dan sambil memperbaiki mutu permainan individu itu sendiri. Tapi apa persiapan negara tani?

 

Saya nantikan news atau update team negara kitani samada team negara tani akan mengadakan beberapa siri perlawanan persahabatan dengan jaguh rantau ani sebelum Sea Games tapi langsung nada hanya harapkan kelab tempatan sahaja. Tujuannya untuk menguji tahap kekuatan pasukan tani jua disamping memberi pendedahan sambil belajar yang mana amat berguna utk pasukan bolasepak kebangsaan kitani.

 

Apa yang saya lihat pemain-pemain tani yang mewakili negara tani atu memang semuanya bagus dan ada potensi utk maju dan nda mustahil dapat membantu team bola tani menjadi pasukan yang amat digeruni.. Barangkali ramai peminat bolasepak negara tani yang benar-benar mengimpikan agar pasukan tani dapat menjadi antara pasukan yang terkuat di rantau ani. Jangan tah seluruh dunia, asalkan terkuat dirantau asia jaditah dan syukur alhamdulillah..

 

So saya harap pihak NFABD mengambil iktibar dari pengalaman semasa Sea Games 2011. ani lagi kan mengadakan piala Hassanal Bolkiah bulan Februari 2012.. Entah apakah persiapan pasukan tani. Mudahan nda lagi banyak alasan yang nda munasabah kan didengar nanti.

 

Saya harap pasukan tani nanti dapat bermain dengan baik dan memperolehi kemenangan yang membanggakan. Kemenangan ke atas Philippines alum lagi dapat dibanggakan tu.. Tu Nah Malaysia, Indonesia, Vietnam, Thailand dan Myanmar ah.. Kalau tani dapat kalahkan pasukan ani baru tah tani banggakan.. Jangan ‘kita terpaksa akur saja’ dengan kekalahan. Anyway, well done kepada pemain kebangsaan kerana dipilih untuk mewakili negara. Kamulah harapan kami untuk mengharumkan nama negara tani dalam arena bolasepak asia. assalam..

This post was submitted by mr bunal.


November 23, 2011 – 10:00 am by Babu Concerned
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5 out of 5)
Loading ... Loading ...


Salam saya ucapkan. Saya hanyalah orang luar yang sempat melihat kesusahpayahan yang dialami oleh salah seorang tukang masak di sini. Bukannya apa, hanya seorang yang mengangkat segala makanan-makanan & minuman panas! kesian jua tu. tukang masak perempuan lagi tu! cubatah saya cadangkan agar tempat makanan students atu kana pindahkan ke tempat yang hampir & mudah untuk tukang-tukang masak ane menghantar makanan atu… Ani adalah untuk meringankan beban bisdurang…Saya harap ada pihak yang mengambil peduli akan hal ini walaupun kecil saja tapi banyak pahala akan didapati jua akhirnya….terima kasih.

This post was submitted by Babu Concerned.


November 23, 2011 – 9:56 am by Vee
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 4.25 out of 5)
Loading ... Loading ...


Let me first say that I am a young Bruneian woman and proud. I’m unemployed, but not ashamed. I’m one of at least eight young women who was sacked from my job at the airport, supposedly for theft. I’m not a thief nor were all the other young women sacked. There is a belief that young Bruneians simply will not work, that they display no work ethic. I personally loved my job at the airport selling beautiful perfume giftware and thought I did the right thing.

I will not name my employers, its not the right thing to do. To blame us for theft is also not the right thing to do. Just because the owners are so called “well respected” we cannot complain to anyone. The foreign owners were very nice and looked after us. I now understand that many, many $000’s of stock is missing and that they believe it was us that stole it and this is very hard for us.
Accountability in Brunei is difficult to understand from a young persons point of view. I do not pretend to understand business but I do understand honesty. I love my country but how do I clear my name and that of the other young women? Its also about national pride. The foreigners have been long term visitors to Brunei. They created jobs for Bruneians, not imports. How were they rewarded? by deception and theft. i’m sorry to raise this but what can the average person do to stop corruption?

This post was submitted by Vee.


November 19, 2011 – 6:58 am by Anonymous123
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 2.5 out of 5)
Loading ... Loading ...


Assalamualaikum, aku berharap tiada orang akan mengomplen atau memburuk-burukan aku kerana membaca post ini, sebagai pengguna aku juga mempunyai hak untuk menunjukkan rasa ketidak puas hati terhadap servis internet TelBru ane.

Setiap kali aku menggunakan internet ane aku selalu lost connection wah :( mendownload 5 MB pun buleh sampai 9 jam… sadang sudah tu ah…. kalau main online game pun selalu kana kick uleh host adui. Aku ane kan bertanya ne urang telbru ane, cemani kah cara biskita memuaskan hati pelanggan?? Memanaskan hati ada lah~~~ tolong mengambil berat terhadap perkara ane. 60+ ringgit sebulan mun cemani servis nya dui nda berbaloi…..

Kepada yang pengkomen, dpt biskita membagi tips tips kah supaya nda lagging sama nda lost connection ane kah?? sama kalau increase internet speed ane confirm kah laju?? confirm kah nda lost connection kalau hujan atau malam?? sanak sudah hati hamba ane mun cemani ganya… kalau lagg sekali sebulan okay jua… ane setiap malam bah hamba punya connection lagg berabis

NO HATE COMMENT PLEASE :)

This post was submitted by Anonymous123.


November 10, 2011 – 2:37 pm by Eeqah Erikaa
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 4.67 out of 5)
Loading ... Loading ...


Assalammualaikum people,
first of all, mohon maaf kalau sekiranya ada yang terasa with what i would like to post here. But i really wish tani semua dapat share our opinions regarding cuti selepas PSR. Kamu rasa patut di adakan holiday ataupn inda? pasalnya kalau kami pikirkan, maksudku…..my parents, kawan mamaku & even cikgu sekolah adi ku sendiri inda setuju kalau cuti DITIADAKAN…in which all primary 6 students kena suruh dtg skulah lapas exam PSR drg, bulan 10 yg lapas. Dgr2 ada urg complain, ya nda mau anaknya tu stay dirumah saja. Kenapakan sebenarnya ne? inda ku paham bh. Yath ku minta pendapat kita semua. If only pasal ia inda dpt menjaga anaknya atu, maybe sal ia kraja apakah,ambil la amah. Or if nda mau jua, why not antar anak atu kerumah nini nya pakah? kan bisai jua tu. Ani diharap2 anak atu dtg skulah. apakan di blajarnya? Kalau diikutkan, biar tia bah primary 6 students ane cuti dulu, next year Insya Allah masuk Year 7, new ’stairs’ bh untuk drg…..steps yg makin pyh…Astaghfirullahalazim, anak2 ani mau jua rehat, lagipun they deserve to bh. Ani 1st public exam drg jua. 1 more thing, bagilah peluang ani untuk cigu2 focus rh other primary class, kanak2 yang ‘lamah’,tane spatutnya adil kalau kan berjaya ani.

Wassalam ~

This post was submitted by Eeqah Erikaa.


November 10, 2011 – 2:29 pm by stress employee
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 3 out of 5)
Loading ... Loading ...


May I request the concerned authority to reminds all employers in Brunei Darussalam when is the pay day for their employees.

Thank you.

This post was submitted by stress employee.


November 2, 2011 – 10:17 am by aspire
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 2 out of 5)
Loading ... Loading ...


As a Permanent Resident of Brunei of nearly 30 years, I would like to thank the Department of Economic Planning and Development (JPKE), Prime Minister’s Office, for introducing a new scheme that gives private sector employees the same opportunities employees in the public sector have in developing themselves in order to become more competitive, professional and marketable.

In the past, there were a lot of privileges that were meant just for citizens - from scholarships to overseas trainings to housing and travelling allowances.

But now, things are starting to look up for us PRs (Permanent Residents) - from the abolishment of multiple entry visas into Brunei and the new scheme provided by JPKE. It is safe to say that PRs now have a deeper feeling of belonging to the nation. Once again, I would like to take this opportunity to thank the relevant authorities for making these improvements.

However, I must point out that there is a loophole in the new scheme provided by JPKE.

What about PRs working in the government? Why is the scheme only extended to PRs who are under contract with the government?

I understand that the scheme is open to all PRs in the private sector, as well as those who are under contract with the government.

From what I have gathered, most PRs in the public (government) sector are working as permanent staff. Although the workload and responsibilities are the same when compared to local staff, the ‘Latihan Dalam Perkhidmatan’ and a lot of other privileges are only meant for citizens of Brunei Darussalam. The PRs in the government sector have no chance of upgrading themselves.

Now with the ‘Skim Pembangunaan Sumber Tenaga Di Sektor Swasta’, it seems that PRs working in government cannot compare themselves to PRs working in the private sector!

All I am asking for is a fair opportunity for all PRs wherever they may be working.

This post was submitted by aspire.